Pada hari Kamis lalu, SMK Negeri 1 melalui Kombel BAKTI kembali mengadakan kegiatan In House Training (IHT), yang kali ini mengusung tema yang sangat relevan dalam dunia pendidikan, yaitu “Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi.” Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB meskipun cuaca di luar kurang cerah, namun semangat para peserta tetap terasa terang di dalam ruangan.

Kegiatan ini dipandu oleh narasumber yang berpengalaman, Ibu Yeni Puspita. Beliau memberikan materi yang sangat menarik mengenai cara-cara mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi yang berfokus pada kebutuhan murid. Ibu Yeni menjelaskan bagaimana pembelajaran yang berhasil adalah pembelajaran yang memfasilitasi gaya belajar setiap siswa, bukan hanya berpusat pada guru. Peserta diajak untuk mengeksplorasi konsep ini lebih jauh melalui pengisian kuisioner gaya belajar yang tersedia di aplikasi Aku Pintar, sebuah platform digital yang membantu mengidentifikasi preferensi belajar individu.

Setelah hasil kuisioner diproses, para peserta kemudian ditantang untuk merancang model pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar yang teridentifikasi. Aktivitas ini membuat para guru lebih menyadari bahwa setiap siswa memiliki cara belajar yang berbeda, dan penting bagi mereka untuk menyesuaikan pendekatan pengajaran yang digunakan di kelas.

Sesi tanya jawab yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Saat narasumber menanyakan kepada saya mengenai model pembelajaran yang saya terapkan, saya tidak melewatkan kesempatan ini. Dengan penuh semangat, saya menjelaskan tentang metode pembelajaran berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang telah saya kembangkan melalui pengalaman mengikuti PembaTIK Level 3. Saya memaparkan bagaimana penggunaan TIK mampu membuat pembelajaran lebih interaktif dan berpusat pada siswa, serta meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar mereka. Pengalaman saya dalam PembaTIK tidak hanya memperkaya pengetahuan saya, tetapi juga memberikan alat yang nyata untuk diimplementasikan di kelas.

Menjelang akhir sesi, Ibu Yeni memberikan pesan yang sangat penting kepada kami semua. Beliau mengingatkan agar kami selalu berfokus pada siswa dan memastikan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar mereka. Metode ceramah, di mana guru menjadi pusat kegiatan, tidak lagi relevan dengan kebutuhan siswa masa kini. Pesan ini semakin menegaskan pentingnya pembelajaran yang lebih fleksibel, inklusif, dan adaptif terhadap karakteristik setiap siswa.

Kegiatan IHT ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang berpihak kepada siswa bukan sekadar slogan, tetapi sebuah praktik nyata yang harus terus kita kembangkan di setiap ruang kelas. Semangat untuk belajar dan berbagi di kalangan guru seperti ini menjadi pendorong untuk terus menciptakan pembelajaran yang inovatif dan bermakna.

Kesimpulannya, kegiatan In House Training (IHT) di SMK Negeri 1 Moro dengan tema "Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi" memberikan wawasan baru bagi para guru tentang pentingnya pembelajaran yang berpusat pada siswa dan disesuaikan dengan gaya belajar mereka. Narasumber, Ibu Yeni Puspita, menekankan pentingnya meninggalkan metode pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru dan mendorong guru untuk berinovasi dalam pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan inklusif. Pengalaman berbagi dalam sesi ini, termasuk penerapan pembelajaran berbasis TIK, menegaskan perlunya kolaborasi dan kreativitas dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung kebutuhan setiap siswa.